Peran Guru

PERANAN GURU

Sehubungan dengan peranan guru sebagai pengajar maupun pendidik diperlukan berbagai peranan pada diri guru. Menurut Wrightman dalam Usman (2010:4) peranan guru dapat diartikan sebagai terciptanya serangkaian tingkah laku yang saling berkaitan yang dilakukan dalam situasi tertentu serta berhubungan dengan kemajuan perubahan tingkah laku dan perkembangan peserta didik yang menjadi tujuannya.

Guru dalam berbagai peranannya sebagian besar adalah menggambarkan tentang interaksinya yang terjadi dengan peserta didiknya, karena secara sadar atau tidak sebagian waktunya dicurahkan untuk menggarap proses belajar mengajar sehingga peranan guru adalah gambaran dari tingkah laku dalam berbagai interaksi terutama dengan peserta didiknya, dengan sesama guru maupun tenaga kependidikan lainnya.

Ada beberapa pendapat mengenai peranan guru :

1) Prey Katz menggambarkan peranan guru sebagai komunikator, sahabat yang dapat memberikan nasehat-nasehat, motivator sebagai pemberi inspirasi dan dorongan, pembimbing dalam pengembangan sikap dan tingkah laku serta nilai-nilai, orang yang menguasai bahan yang diajarkan.

2) Havighurst menjelaskan bahwa peranan guru di sekolah sebagai petugas dalam hubungannya dengan kedinasan, sebagai bawahan terhadap atasannya, sebagai kolega bagi teman sejawatnya, sebagai mediator dalam hubungannya dengan peserta didik, sebagai pengatur disiplin, evaluator dan pengganti orang tua.

3) James W. Brown mengemukakan bahwa tugas dan peranan guru antara lain menguasai dan mengembangkan materi pelajaran, merencanakan dan mempersiapkan pelajaran sehari-hari, mengontrol dan evaluasi kegiatan peserta didik.

4) Federasi dan Organisasi Profesional Guru Sedunia mengungkapkan bahwa peranan guru di sekolah tidak hanya sebagai transmitter dari ide tetapi juga berperan sebagai transformer dan katalisator dari nilai dan sikap.

Dari beberapa pendapat di atas, maka peranan guru secara singkat dapat disebut sebagai berikut :

1) Informator

Sebagai pelaksana mengajar secara informatif, laboratorium, studi lapangan dan sumber informasi kegiatan akademik maupun umum.

2) Organisator

Sebagai pengelola kegiatan akademik, silabus, workshop, jadual pelajaran dan lain-lain. Mengorganisasikan seluruh komponen yang berkaitan dengan proses belajar mengajar sehingga efektif dan efesiensi.

3) Motivator

Memberikan dorongan pada peserta didik agar terjadi aktivitas dan kreativitas atau dinamika dalam proses belajar mengajar sesuai dengan semboyan ing madya mangun karsa.

4) Pengarah / Direktor

Membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar peserta didik agar sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan.

5) Inisiator

Sebagai pencetus ide dalam proses belajar mengajar, dengan ide-ide yang kreatif yang dapat dicontoh oleh peserta didiknya sesuai dengan semboyan ing ngarso sung tulodo.

6) Transmitter

Sebagai penyebar kebijaksanaan pendidikan dan pengetahuan dalam kegiatan belajar.

7) Fasilitator

Memberikan fasilitas atau kemudahan dalam proses belajar mengajar sehingga interaksi belajar mengajar berlangsung secara efektif sesuai dengan semboyan Tut Wuri Handayani.

8) Mediator

Sebagai penengah dalam kegiatan belajar mengajar peserta didik, misal memberi jalan keluar dalam kemacetan diskusi peserta didik.

9) Evaluator

Guru harus berhati-hati dalan menjatuhkan nilai atau kriteria keberhasilan, tidak cukup hanya dilihat dari bisa atau tidaknya mengerjakan soal yang diujikan, tapi perlu pertimbangan yang kompleks menyangkut perilaku dan values pada masing-masing mata pelajaran. Karena pentingnya peranan guru dalam proses belajar mengajar yang akan berakibat pada hasil belajar peserta didik, maka banyak para ahli yang mendefinisikan berbagai peranan guru, antara lain guru sebagai pengajar, pimpinan kelas, pembimbing, pengatur lingkungan, partisipan, ekspeditor, perencanan, supervisor, motivator, dan konselor.

Di bawah ini akan dikemukakan peranan yang dianggap paling dominan adalah sebagai berikut :

1) Guru sebagai demonstrator

Guru harus belajar terus menerus memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan sehingga mampu memperagakan apa yang diajarkannya secara didaktis, agar yang disampaikannya betul-betul dimiliki oleh peserta didik karena hal ini sangat menentukan hasil belajar peserta didik, juga memotivasi peserta didik untuk selalu giat belajar.

2) Guru sebagai Pengelola kelas

Tujuan umum pengelola kelas : menyediakan dan menggu-nakan fasilitas kelas untuk bermacam-macam kegiatan belajar meng-ajar agar tercapai hasil yang baik. Tujuan khusus pengelola kelas : mengembangkan kemampuan peserta didik dalam menggunakan alat-alat belajar, menyediakan kondisi yang memungkinkan peserta didik bekerja dan belajar serta membantu peserta didik untuk memperoleh hasil yang diharapkan.

3) Guru sebagai mediator dan fasilitator

Guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang media pendidikan karena berguna untuk mengefektifkan proses belajar mengajar dan memiliki keterampilan memilih dan menggunakan serta mengusahakan media belajar dengan baik. Dan sebagai fasilitator guru hendaknya mampu mengusahakan sumber belajar mengajar, baik berupa nara sumber, buku teks, majalah ataupun surat kabar.

4) Guru sebagai evaluator

Dengan penilaian, guru dapat mengetahui keberhasilan pencapaian tujuan, penguasaan peserta didik terhadap pelajaran serta keefektifan metode mengajar. Informasi ini merupakan umpan balik dan akan berguna dalam meningkatkan proses belajar mengajar sehingga memperoleh hasil yang optimal.

Copyright © 2012 Aris Sudarmawan.